The Trip to Jakarta and Bandung (Part 3b of 4)
February 24, 2009 by maxim84
1 Februari 2009
Karena gw bermain Disgaea malam harinya, gw bangun cukup siang di hari Minggu itu. Setelah berhari-hari bersama teman-teman gw, gw memutuskan untuk mengkhususkan hari ini buat gw. Planning gw sederhana. Menuju ke rumah Sasa untuk mengambil DVD gw, ke rumah Mauri untuk laptop gw, lalu menonton sisa film apapun di bioskop hari itu. It’s been a while gw engga pernah berjalan-jalan sendiri. Selama di Solo gw selalu dikelilingi orang, sementara di Jakarta selama ini pun gw berada di tengah teman-teman gw terus. And I enjoy it. I really do. Bagaimanapun juga manusia adalah makhluk pribadi dan sosial, dan gw pengen berjalan-jalan ke suatu tempat di mana ga ada seorangpun mengenal gw. Jalan-jalan sendiri, have fun alone.
Tetapi sekali lagi rencana gw berantakan.
Ketika gw sampai di rumah Sasa, gw menyadari bahwa DVD yang dititipkan Sasa kepada gw (di saat itu Sasa sudah berada di Singapore) adalah DVD yang dia beli. Semua DVD keren yang gw beli tertukar dengan DVD-DVD cupunya Sasa (sorry Sa, it’s a well-known fact that your movie choices usually sucks - terbukti dengan bagaimana kamu tidak menyukai The Dark Knight. Ha ha ha). Gara-gara itu, rencana gw pun berubah total. Gw terpaksa pergi lagi ke Mangga Dua dan membeli ulang semua DVD yang sudah gw beli. Ga bisa menyalahkan Sasa sih, karena gw sendirilah yang menitipkan DVD itu di rumahnya. Akhirnya setelah mengambil laptop dari rumah Mauri, gw berangkat ke Mangga Dua untuk membeli DVD-DVD lagi.
Usai dari Mangga Dua, gw pergi ke Pluit Junction (sekalian jalan pulang karena naik taksi Blue Bird ke sana-sini sudah memakan banyak ongkos). Karena gw udah menonton Yes Man dan Red Cliff II, opsi film gw menjadi terbatas di sana. Ada Doomsday dan Bride Wars. Gw memutuskan buat nonton Bride Wars… and that was the best movie I watched among the three.
Kisahnya sederhana sih. Dua sahabat baik yang tak terpisahkan: Emma dan Liv dilamar oleh tunangan mereka di hari yang sama. Mereka yang selalu memimpikan pernikahan impian di hari yang sama. Bisa ditebak kalau keduanya menjadi bertengkar hebat. Tekanan pernikahan lantas meretakkan persahabatan mereka. Gw menangis ketika menonton film ini karena gw merasa bisa relate ke film ini.
Melihat bagaimana Emma dan Liv tanpa sadar saling menyakiti satu sama lain; seakan mengingatkan kita bagaimana terkadang kita juga tanpa sadar melakukan hal yang menyakiti sahabat lu. Mungkin kita sendiri engga ingin menyakitinya, tetapi karena satu dan lain hal, kita menyakitinya. Dan tepat ketika lu hampir kehilangan persahabatan itu, lu baru sadar betapa berartinya sesosok sahabat itu untuk lu. Seperti yang dikutip dalam akhir film Bride Wars (which will stand as one of my favorite movie quote):
“Sometimes in life there really are bonds formed that can never be broken. Sometimes you really can find that one person who will stand by you no matter what. Maybe you’ll find it in a spouse and celebrate it with your dream wedding, but theres also the chance that the one person you can count on for a lifetime, the one person who knows you sometimes better than you know yourself is the same person who’s been standing beside you all along.”
Seakan kata ‘pernikahan’ dan ‘persahabatan’ belum hendak meninggalkan gw. Gw kembali menjumpai kedua tema ini ketika menonton Smallville malam harinya.
Siapapun yang pernah menonton Smallville pasti tahu kisah persahabatan sejati dari Clark dan Chloe. Memang sih awalnya itu Chloe yang punya crush kepada Clark, tapi mari faktanya adalah semenjak season pertama berakhir, Chloe dan Clark tidak pernah lagi memiliki hubungan romantis. Mereka selalu ditakdirkan menjadi sahabat - dan menjadi bukti tulen bahwa cowo dan cewe pun bisa menjadi sahabat.
Chloe bakalan menikah di season delapan, tetapi Brainiac (alien komputer) mulai ‘memakan’ otak Chloe dan menghapus memori demi memorinya. Gw rasa adalah hal yang sangat manis ketika pada akhirnya Chloe bahkan kehilangan ingatannya akan Jimmy terlebih dahulu sebelum ia kehilangan ingatannya akan Clark. Beberapa perdebatan di forum mengatakan kalau itu artinya Chloe lebih mencintai Clark ketimbang Jimmy. Betapa salahnya!
Menurutku artinya sebenarnya sederhana; walaupun Chloe mencintai Jimmy, tapi orang yang paling dekat dengannya adalah Clark. It’s that simple. Apa bisa disalahkan? Clark dan Chloe bersahabat semenjak mereka masih SD, sementara Jimmy baru ia temui ketika ia kuliah menginjak tahun ketiga (or kedua, gw agak lupa).
Bukan hanya Chloe yang membuat pengorbanan di sini tetapi juga Clark. Ketika Clark menyadari bahwa satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan Chloe adalah membuatnya lupa bahwa Clark memiliki kekuatan super, Clark merelakannya. Clark bahkan mengatakan hal yang paling keren yang pernah kudengar (at least he’s being a Superman):
“You’ve been the best friend and ally I could have had, Chloe. The truth is, you’ve saved me more than I ever could have saved you.”
Sayangnya Chloe pingsan ketika Clark lagi mengatakan hal itu. Meh…